V Partner

Sathi Senathirajah

Hanya masalah waktu sebelum VP Sathi yang muda dan bersemangat terlibat di QNET. Melihat peluang yang ditawarkannya, ia bergabung dengan bisnis tersebut di tahun-tahun awalnya dan bertekad untuk membangun masa depannya sendiri.

 

Biografi

Sebelum bergabung dengan The V, VP Sathi bekerja di sebuah perusahaan Teknik Elektronik di Malaysia dengan pekerjaan kantoran yang membosankan tanpa impian besar dan hampir tanpa peluang untuk meraih kesuksesan besar. Dengan semangat yang tinggi, ia memutuskan bahwa bisnis ini mungkin bisa menjadi terobosan besar yang ia butuhkan untuk akhirnya meraih kesuksesan.

Berasal dari keluarga yang erat dan penuh kasih sayang, VP Sathi dikenal karena caranya yang pendiam namun bermakna. Rumahnya selalu menjadi tempat yang penuh cinta dan ketenangan, berkat mendiang ibunya, Ibu Pathmavathi Kandiah, yang nilai-nilai dan dukungannya yang tak tergoyahkan telah membentuk dirinya seperti sekarang ini.

Ketika ditanya tentang momen-momen tersulit yang pernah dihadapinya dalam bisnis sejauh ini, ia mengatakan bahwa tentu ada banyak, tetapi beberapa hambatan yang paling menantang adalah mempertahankan dan menjaga agar network di lapangan tetap aktif selama situasi krisis.

Meskipun VP Sathi adalah seorang yang berprestasi tinggi, momen yang paling dibanggakannya hingga saat ini adalah ketika ia dinobatkan sebagai V Partner pada tahun 2009. "Juga, setiap kali saya melihat cahaya di mata ibu saya dan kehangatan dalam senyumnya, itu selalu menjadi momen yang paling berharga," katanya.

VP Sathi mengidentifikasi 'Konsistensi' sebagai kunci kesuksesannya. Ia berkata, "Dari saat Anda bangun hingga saat Anda tidur. Jangan makan, jangan tidur sampai Anda mencapai tujuan Anda."

Di waktu luangnya, VP Sathi menikmati kesenangan sederhana seperti bermain beberapa putaran poker atau biliar atau sekadar menghabiskan waktu di rumah.

Ia sangat menghormati ibunya, yang menurutnya adalah 'tujuan' hidupnya sejak awal. VP Sathi juga mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh seperti Nelson Mandela dan Sir Richard Branson.